Situs media online terkini yang menyajikan berita politik dan kabar dari dalam negeri maupun mancanegara yang sedang menjadi viral di media. Tapsel, Madina, Padangsidempuan, Palas Paluta

Selfie Dan Percaya Diri

Foto selfie dan memajangnya di media sosial menjadi tren belakangan ini. Namun, hati-hatilah, pasalnya sebuah penelitian mengungkapkan, menghabiskan waktu di media sosial dan memajang foto selfie bisa membuat wanita kehilangan percaya diri terhadap bentuk tubuhnya. Foto selfie adalah jenis foto potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau telepon kamera.

Ini merupakan penelitian pertama yang menghubungkan media sosial dengan rasa tidak percaya diri terhadap bentuk tubuh. Wanita yang terekspos dengan ‘selfie’ yang disebut juga foto narsis maupun foto lainnya di media sosial, cenderung membandingkan diri mereka secara negatif.

Unsur kedekatan, seperti foto-foto dari kawan bisa jadi lebih berpengaruh dibandingkan foto-foto selebriti. Selain itu, media massa juga dinilai mampu mempengaruhi perasaan orang terhadap penampilannya.

“Perhatian yang tertuju kepada penampilan fisik di media sosial bisa jadi lebih berbahaya dibandingkan dengan media tradisional. Karena media sosial menampilkan orang-orang yang kita kenal,” ujar Petra Eckler dari University of Strathclyde kepada BBC, Kamis (10/4) lalu. Wanita usia muda merupakan segmen besar pengguna media sosial. Dan dibandingkan pria, wanita lebih banyak mengunggah foto di dunia maya.

Peneliti di University of Strathcylde, Ohio University dan University of Iowa melakukan survei atas 881 pelajar wanita di Amerika Serikat. Mereka menemukan hubungan antara waktu yang dihabiskan di media sosial dengan perbandingan negatif mengenai kesan atas tubuh.

“Ketertarikan terhadap selebriti, bentuk tubuh mereka, busana dan penampilan telah meningkatkan tekanan terhadap orang-orang yang berpikir bahwa identitas terbentuk saat ada perubahan terhadap terhadap tubuh mereka,” pungkasnya.

Deteksi Sakit Kulit
Selfie bisa dikatakan salah satu bentuk ekspresi diri baru yang mulai digandrungi banyak orang. Tidak hanya jadi gaya-gayaan, selfie juga dapat membantu mendeteksi gejala gangguan kulit di wajah.

Setelah membuat selfie, orang yang bersangkutan diminta mengirimkan hasil jepretannya ke dokter kulit. Kemudian si dokter mengevaluasi foto tersebut, dan nantinya ia akan memberikan kepastian kepada orang yang bersangkutan, apakah dari foto itu dapat ditemukan sesuatu yang berbahaya atau tidak dari kulitnya. Atau apakah kondisi kulit tersebut butuh pemeriksaan lebih lanjut atau tidak.

Temuan ini dijelaskan oleh sekelompok peneliti dari University of Pennsylvania setelah mengamati 50 pasien yang sengaja mengunjungi rumah sakit karena beragam alasan, namun juga mengalami masalah pada kulit yang tidak biasa.

Selain meminta tiap partisipan menemui seorang konsultan dermatologi, peneliti juga mengambil sebuah gambar dari kondisi kulit yang mencurigakan pada partisipan dengan menggunakan smartphone dan mengirimkan gambar-gambar ini ke dua orang dokter kulit terkemuka untuk memastikan apakah pendapat si konsultan dengan kedua dokter cocok.

Teknik untuk mendeteksi gangguan kesehatan tertentu dengan bantuan selfie atau foto ini sering disebut dengan teledermatology.
Ternyata peneliti menemukan ketika si konsultan merekomendasikan biopsi setelah memeriksa kondisi kulit yang mencurigakan dari partisipan, dokter kulit yang hanya mengamati hasil foto selfie partisipan juga rata-rata sepakat dengan pendapat tersebut, bahkan persentasenya mencapai 95 persen.

Begitu juga ketika konsultan menyarankan partisipan untuk mendapatkan tes tambahan di hari ketika mereka memeriksakan kondisi kulitnya, 90 persen dokter kulit yang mengamati hasil foto selfie partisipan juga sepakat untuk melakukan hal yang sama. “Ini mungkin penting bagi orang-orang yang merasa kurang nyaman bila harus berkunjung ke dokter kulit,” kata peneliti, Dr Misha Rosenbach, seperti dilansir laman ABC News.

Bagi Dr Misha, teledermatology terbukti dapat meningkatkan kepuasan pasien serta memudahkan akses ke fasilitas kesehatan. Sejumlah dokter kulit yang tidak terlibat dalam studi ini juga sepakat pendekatan semacam ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang tidak punya akses ke dokter kulit yang berkualitas.

Selfie Dan Percaya Diri Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andri Michael

0 comments: