Situs media online terkini yang menyajikan berita politik dan kabar dari dalam negeri maupun mancanegara yang sedang menjadi viral di media. Tapsel, Madina, Padangsidempuan, Palas Paluta

Kinerja Menteri Puan Maharani Cs Jeblok, PDIP Tak Malu Minta Tambah Jatah Menteri

Wakil Sekjen DPP PDIP Achmad Basarah meminta jatah menteri lagi kepada Presiden Jokowi. Publik berharap kepada Jokowi untuk tidak memenuhinya. Hal ini disebabkan kinerja menteri kader PDIP di Kabinet dinilai sangat mengecewakan.

Pakar politik Universitas Indonesia Prof. Budiyatna menilai langkah PDIP seperti disampaikan Achmad Basarah yang meminta tambahan lima menteri sebagai sikap tidak tahu malu.

Pasalnya, empat menteri PDIP yang ada dalam kabinet saat ini saja tidak menunjukkan kinerja yang oke.

"Lihat saja kerja Menkumham Yasonna Laoly yang banyak menimbulkan polemik. Kemudian, Puan Maharani yang tidak terlihat prestasinya. Kalau sekarang minta nambah lagi, tidak tahu malu," ucap Budiyatna kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam.

Budiyatna menyatakan, alasan PDIP bahwa mereka akan dituntut tanggung jawab oleh masyarakat atas pemerintahan Jokowi sehingga minta tambahan menteri baru tidak masuk akal.

Memang, PDIP ikut kena dampak dengan yang terjadi di pemerintahan Jokowi. Tapi, untuk tanggung jawab, tetap saja publik akan memintanya secara langsung ke Jokowi.

"Yang ada, dengan minta penambahan itu mereka ingin mengendalikan Jokowi. Namun, saya lihat Jokowi bakal melawan dengan menunjukkan diri tidak bisa diatur PDIP," tandasnya.

Dalam pemerintahan saat ini, PDIP mendapat empat kursi menteri. Yaitu, Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna H. Laoly dan Menkop AAGN Puspayoga.

Selain itu, penambahan kursi itu akan membahayakan keseimbangan pemerintahan Jokowi. Parpol-parpol pendukung lainnya juga akan iri bila permintaan itu dipenuhi.

"Parpol lain akan menganggap PDIP terlalu serakah dan mau menguasai kabinet. "Ini akan membuat posisi Presiden Jokowi sulit," ungkap analis politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla, kepada Kantor Berita Politik RMOL Selasa malam (24/6).

Menurut Adi, empat menteri PDIP saat ini saja sudah menjadi beban bagi Jokowi. Pasalnya, sebagain dari menteri PDIP itu tidak menunjukkan kinerja yang memuaskan. "Kalau ditambah lagi, tentu beban Jokowi akan tambah berat," ungkapnya.

"Kasihan Jokowi kalau harus tambah beban lagi. Karena itu, harusnya PDIP introspeksi diri. Janganlah memaksa keinginan," demikian Adi Suryadi Culla mengingatkan.

Dalam pemerintahan saat ini, PDIP mendapat empat kursi menteri. Yaitu, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly dan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

Pernyataan Adi bahwa sebagian dari kader PDIP tersebut menjadi beban karena kinerjanya jeblok selaras dengan temuan lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (KedaiKOPI).

Survei yang digelar pada 26 Mei hingga 3 Juni 2015 tersebut memperlihatkan lima menteri yang layak diganti atau direshuffle. Yaitu, Menko PMK Puan Maharani, Menkumham Yasonna H Laoly, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno, Menko Perekonomian Sufyan Djalil dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

Usulan reshuffle tertinggi ditujukan kepada Puan Maharani yakni sebesar 59,6 persen. Puan tidak disukai karena tidak ada terobosan dan kebijakan selama dia jadi menteri. Menteri kedua yang mendapat usulan diganti tertinggi adalah, Yasonna. Yasonna paling besar mendapat usulan untuk diganti dengan presentase 52,4 persen.

Bagi Puan, survei tersebut merupakan masukan, namun tidak menjadi acuan untuk presiden mendepaknya dari posisi menteri. "(Survei) Ya nggak apa-apa itu boleh-boleh saja. Semua orang boleh beri masukan, orang boleh analisa. yang pasti (reshuffle) itu jadi pertimbangan prerogatif presiden," terang Puan menanggapi survei tersebut.

Kinerja Menteri Puan Maharani Cs Jeblok, PDIP Tak Malu Minta Tambah Jatah Menteri Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andri Michael

0 comments: